SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih-nya dari hadits Abu Zubair yang meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi saw bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat yang tepat diberikan, dengan izin Allah, penyakit itu akan sembuh.”

Dalam Shahihain (Shahih Bukhari-Muslim) dari Ata’ yang meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Nabi saw besabda, “Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya.”

Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari hadits Ziyad bin Alaka meriwayatkan bahwa Usamah bin Shuraik berkata: Aku sedang bersama Rasulullah ketika orang-orang Arab Badui datang dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami harus mencari obat?” Beliau menjawab, “Ya, wahai para hamba Allah. Carilah obat karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit tanpa menciptakan obatnya, selain satu penyakit.” Mereka bertanya lagi, “Penyakit apakah itu?” Beliau menjawab, “Usia tua.” Dalam riwayat lain: Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia menurunkan obatnya. Sebagian orang mengetahuinya dan sebagian orang tidak mengetahuinya.

Dalam Musnad (oleh Imam Ahmad bin Hambal), dari Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah menurunkan obatnya. Orang yang mencari obatnya, ia pasti mendapatkannya, sedangkan orang yang mengabaikannya, ia tidak akan mendapatkannya.”

Dalam Musnad oleh Imam Ahmad dan Sunan oleh at-Tirmudzi dan Ibnu Majah bahwa Abu Khuzamah berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Ruqyah yang kami gunakan, obat yang kami minum dan tindakan pencegahan dapat mengubah takdir Allah?” Beliau menjawab, “Itu semua adalah bagian dari takdir Allah.”

Hadits ini mengandung makna bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini ada sebab-sebabnya dan ada cara-cara untuk menghilangkannya.

Sabda Rasulullah bahwa setiap penyakit ada obatnya bisa bersifat umum, termasuk obat untuk penyakit-penyakit mematikan yang belum bisa disembuhkan karena Allah menyembunyikan dan menghalangi manusia untuk menemukan cara penyembuhannya. Hanya Allah yang Mengetahui. Sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa penyakit dapat sembuh apabila pengobatannya tepat menunjukkan bahwa ada dua kutub yang berlawanan bagi setiap ciptaan dan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat penangkal bagi setiap penyakit. Rasulullah saw menyatakan bahwa ketika penyakit bertemu dengan obat yang tepat, maka penyakit dapat disembuhkan. Sebaliknya, obat yang diberikan melebihi dosis atau tidak sesuai dengan penyakitnya dapat menimbulkan jenis penyakit lain. Jika dosis yang diberikan kurang dari yang dibutuhkan, maka tidak akan cukup untuk menyembuhkan penyakit itu. Jika penyakit dan penderitanya tidak ditangani dengan obat dan penyembuhan yang cocok, penyembuhan tidak terjadi. Begitu pula jika waktu perawatan tidak cocok, jika tubuh tidak sanggup menerima atau tidak cocok dengan obat yang diberikan, pengobatan tidak akan efektif. Ini adalah penjelasan terbaik bagi hadits-hadits di atas.

Nabi saw memberi petunjuk tentang cara mengobati diri beliau sendiri, keluarganya dan para sahabatnya. Jenis obat yang digunakan Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya tidak berupa campuran kimia yang biasa disebut aqrabathayn. Sebagian besar obat mereka adalah makanan sehat non-kimiawi, mungkin, mereka menambahkan bahan lain untuk membuat obat terasa lebih enak. Obat-obat ini lazim dikonsumsi penduduk beberapa bangsa seperti Arab, Turki, India, dan bangsa-bangsa pengembara. Bangsa Romawi dan Yunani gemar menggunakan campuran bahan-bahan kimia sementara pengobatan di India secara umum juga berupa makanan sehat non-kimiawi.

Para ahli kesehatan setuju bahwa penyakit dapat diobati dengan makanan sehat, maka penggunaan obat kalau bisa dihindari. Jika terpaksa menggunakan obat, sedapat mungkin obat itu adalah obat sederhana. Tubuh akan dirugikan jika dokter memberikan obat kimia. Karena jika obat yang diberikan tidak bisa diterima tubuh atau tidak sesuai dengan penyakitnya, penyakit yang diderita tak dapat sembuh. Sedangkan kelebihan dosis juga akan membahayakan kesehatan.

Pengobatan Nabi memiliki unsur ilahiah. Unsur ini membuat perbandingan antara pengobatan Nabi dengan pengobatan dokter mirip dengan perbandingan antara pengobatan dokter dengan pengobatan tradisional. Para ahli kesehatan terbaik mengakui fakta ini. Ilmu kesehatan yang mereka kuasai merupakan hasil dari analogi, eksperimentasi, ilham/wangsit, visi dan hipotesis. Sebagian diantara mereka menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dipelajari lewat dunia binatang. Misalnya, mereka mengamati kucing yang menelan hewan berbisa. Kemudian kucing ini menjilat minyak di lampu untuk menetralisir bisa hewan yang dimakannya. Mereka juga mengamati seekor ulat yang keluar dari liang denga pandangan mata kabur. Kemudian ular tersebut menggosokkan matanya pada dedaunan adas untuk menyembuhkan matanya. Mereka juga mengamati beberapa burung yang minum air laut ketika suhu tubuhnya terlalu panas. Masih banyak contoh serupa yang dilakukan para dokter dalam hal mengamati alam.

Ilmu kedokteran sebagaimana dikemukakan di atas tak sebading denga  wahyu yang diturunkan Allah kepada para utusan-Nya. Wahyu tersebut memberi informasi kepada Rasulullah tentang apa yang bermanfaat dan apa yang tidak berbahaya. Membandingkan pengobatan mereka dengan wahyu Ilahi ibarat membandingkan ilmu mereka dengan ilmu yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. Para nabi memberi kita pengobatan yang tidak dapat dipahami atau dicapai oleh para dokter melalui eksperimen, hipotesis dan teori, yaitu pengobatan psikologis dan spiritual. Pengobatan dengan memperkuat hati dengan bersandar dan tawakal kepada Allah, mencari perlindungan, bersikap rendah hati dan memperlihatkan kelembutan hati di hadapan-Nya, memohon kepada-Nya, beramal shaleh untuk meraih kasih sayang-Nya dan berdoa kepada Allah. Juga dengan  bertobat kepada Allah, memohon ampunan-Nya, melakukan kebaikan terhadap makhluk-Nya, serta membantu mereka yang sangat memnbutuhkan dan yang menderita. Pengobatan-pengobatan ini telah diuji coba berbagai bangsa dan terbukti kemanjurannya. Para dokter tidak pernah berhasil memberikan resep serupa, baik melalui eksperimen atau observasi ilmiah.

Ini sesuai dengan hukum Ilahi, bahwa hati yang terhubung dengan Allah- Pencipta penyakit dan penyembuhnya dan penguasa segala urusan dan semua orang- membutuhkan obat khusus, yakni yang tak dibutuhkan oleh hati yang jauh dari Tuhan mereka. Jika hati lebih kuat (secara spiritual), ia akan bekerja mengalahkan penyakit. Bagaimana mungkin orang dapat menyangkal bahwa penyembuhan paling efektif bagi penyakit yang menimpa hati terjadi melalui perasaan senang dan bahagia ketika mendekatkan diri kepada Tuhan, mencintai dan mengingat-Nya secara total, mengabdi dan menaruh perhatian kepada-Nya, bergantung kepada-Nya dan memohon bantuan-Nya? Hanya orang-orang yang sangat bodoh yang mengingkari fakta-fakta ini, yaitu orang-orang yang otaknya tumpul, pemahamannya buruk, serta mereka yang sangat jauh dari Allah dan dari pengetahuan tentang hakikat manusia.

Rasulullah saw menggunakan tiga jenis obat untuk mengobati penyakit, yaitu:

1)      Obat alamiah

2)      Obat ilahiah

3)      Kombinasi obat alamiah dan ilahiah

Pembahasan ini akan diawali dengan pembicaraan obat alamiah dilanjutkan dengan obat-obatan ilahiah dan terakhir, kombinasi obat-obatan alamiah dengan ilahiah.

Ini ditunjukkan dengan indikasi bahwa Rasulullah saw diutus untuk memberikan petunjuk, menyeru manusia ke jalan Allah dan menuju surga-Nya. Beliau memperkenalkan manusia kepada Allah. Beliau memberitahukan perbuatan-perbuatan apa yang diridhai Allah dan menyampaikan perintah untuk mengamalkan perbuatan-perbuatan tersebut. Rasulullah juga memberitahukan perbuatan-perbuatan apa yang dimurkai Sang Khalik dan perintah untuk menghindari perbuatan-perbuatan itu. Selain itu, beliau menceritakan kisah-kisah para Nabi dan Rasul serta apa yang terjadi diantara mereka dan kaumnya. Ihwal penciptaan dunia, awal mula penciptaan, Hari Kebangkitan, serta apa-apa yang akan membuat jiwa-jiwa meraih kemalangan atau kebahagiaan.

Pengobatan tubuh adalah bagian dari Hukum Rasulullah yang menyempurnakan dan melengkapi tubuh. Obat-obatan tubuh seharusnya digunakan jika diperlukan. Selain itu, sebaiknya lebih banyak berusaha mengobati penyakit hati dan jiwa, memelihara kesehatan dan mencegah kerugian apapun yang dapat timbul. Itulah tujuan terakhir misi rasulullah. Mengobati penyakit jasmani tanpa mengobati penyakit hati tidak akan berguna atau bermanfaat bagi siapa pun. Mengobati penyakit hati sewaktu tubuh sedang sakit tidak akan menyebabkan kerugian besar karena segera sesudah itu, kerugian akan sirna dan akan diganti dengan hal yang utama, manfaat yang kekal.

Pengobatan dengan Ramuan Alami

Pengobatan dengan ramuan alami ini contohnya yaitu dengan pengobatan madu, bekam dan besi panas (Kayy). Bukhari meriwayatkan dari Said bin Zubair dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, “Penyembuhan terjadi dengan tiga cara, yaitu minum madu, berbekam dan besi panas. Aku melarang umatku menggunakan besi panas.”

Abu Abdullah al-Masiri berkata bahwa penyakit karena penyumbatan meliputi pendarahan, jenis kuning, jenis yang menyerang tenggorokan dan jenis hitam. Jika terjadi pendarahan yang berlebihan, darah yang rusak perlu dikeluarkan. Jika penyakit termasuk tiga kategori lainnya, maka penyembuhannya dengan mengonsumsi obat pencahar yang sesuai dengan masing-masing penyakit.

Rasulullah saw lebih menyukai madu daripada laksatif dan berbekam daripada penusukan urat darah. Sebagian orang mengatakan bahwa jika bekam  tidak ampuh, jalan terakhir adalah kayy. Rasulullah saw menyebutkan kayy sebagai metode pengobatan ketika resistensi terhadap obat sangat kuat sehingga tidak efektif. “Aku melarang umatku mengecap dengan besi panas,” atau dalam riwayat lain, “Saya tidak suka dicap dengan besi panas,” yang menunjukkan bahwa kayy seharusnya ditunda sampai benar-benar diperlukan. Pengobatan dengan besi panas ini tidak boleh menjadi pilihan pertama, sebab kepedihan yang ditimbulkannya luar biasa. Karena itu, gunakan cara lain yang kepedihannya lebih ringan sebagai pengobatan.

Ibnu Majah meriwayatkan dalam Sunan-nya dari hadits Jabir bin Al-Mughalis dan ini adalah hadits lemah dari Katsir bin Salim bahwa Rasulullah saw bersabda, “Pada malam Isra’, setiap kelompok malaikat yang kulalui berkata, ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam.’”

Dalam Shahihain dari hadits Thawus dari Ibnu Abbas diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah berbekam dan membayar tukang bekam. Dalam kitab itu juga disebutkan dari Humaid at-Tawil dari Anas bahwa Abu Taibah membekam Rasulullah dan dia dibayar satu sa’ (setakar) kurma. Beliau juga memerintahkan para majikan untuk mengurangi pajak Abu Taibah (karena ia seorang budak dan harus membayar pajak kepada mereka). Rasulullah saw kemudian bersabda, “Pengobatan terbaik bagi kamu adalah bekam.”

Cuci darah dan penusukan pembuluh darah lebih bermanfaat untuk mengeluarkan darah dari bagian-bagian dalam tubuh. Berbekam berfungsi menghilangkan darah dari berbagai bagian kulit.

Penerapan berbekam atau menusuk pembuluh darah tergantung pada waktu, daerah, usia dan kondisi pasien. Sebagai contoh, berbekam lebih bermanfaat daripada cuci darah pada daerah panas, cuaca panas dan organ-organ bertemperamen panas, yang memilki darah mendekati matang. Darah berbahaya dan matang akan berkumpul di dekat kulit. Berbekam mengeluarkan darah kotor secara lebih efisien dibandingkan cuci darah. Itulah sebabnya membekam anak-anak dan orang yang tak tahan dicuci darah akan lebih bermanfaat.

Pengarang al-Qanun menyatakan, “berbekam tidak baik di awal bulan karena beragam kondisi tubuh tidak bergerak secara teratur dan tidak bail dilakukan pada akhir bilan karena kondisi telah menurun. Berbekam diutamakan pada pertengahan bulan ketika zat-zat (dari keadaan atau kondisi tubuh) terakumulasi dan menjadi bergerak.”

Hadits bahwa Rasulullag saw bersabda, “Berbekam adalah pengobatan terbaik kalian” ditujukan kepada penduduk Hijaz dan penduduk daerah-daerah panas. Kondisi daerah mereka baik dan bersirkulasi lebih dekat ke permukaan kulit, sementara pori-pori kulit membuka lebar dan kekuatan mereka melemah (maksudnya pada musim panas). Cuci darah biasanya mempunyai manfaat khusus. Sebagai contoh, penusukan pembuluh darah basilik (pembuluh darah besar yang terbentang di sisi dalam dari lengan atas) bermanfaat menyembuhkan panas lever, limpa dan beragam penyakit yang disebabkan oleh darah di dua organ ini. Penusukan ini juga bermanfaat mengatasi radang paru-paru, juga bermanfaat untuk usus dan ginjal serta berbagai penyakit darah mulai dari lutut hingga pinggul. Penusukan pembuluh darah pada kelopak mata dapat menyembuhkan berbagai penyakit tubuh (yang berkaitan dengan darah atau bila terjadi darah kotor pada tubuh). Penusukan pembuluh darah punggung dapat menyembuhkan penyakit di kepala dan leher akibat jumlah darah berlebihan atau darah kotor. Penusukan pembuluh darah leher dapat menyembuhkan penyakit-penyakit limpa, asma, rongga dada dan sakit dahi.

Membekam punggung bagian atas dapat menyembuhkan penyakit bahu dan tenggorokan. Membekam dua pembuluh leher dapat menyembuhkan penyakit kepala, wajah, gigi, telinga, hidung dan tenggorokan, jika penyakit ini disebabkan oleh kelebihan darah, darah yang kotor atau keduanya.

Abu Nuaim menyebutkan dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi sebuah hadits, “Gunakanlah bekam pada rongga tengkuk karena ia menyembuhkan lima penyakit, salah satunya lepra.” Dalam hadits lain disebutkan dapat menyembuhkan 72 penyakit.

Sebagian dokter menyetujui bekam di rongga tengkuk. Mereka mengatakan bahwa berbekam dapat menyembuhkan rabun, tonjolan bola mata yang abnormal, kelayuan alis dan kelopak mata serta melawan sebangsa kudis di kelopak mata.

Membekam dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, penyakit wajah dan infeksi tenggorokan jika dilakukan pada waktu yang tepat. Membekam bawah dagu juga membersihkan kepala dan rahang. Membekam bagian atas kaki dapat menggantikan penusukan safena, yakni vena pada tumit. Jenis berbekam ini juga dapat menyembuhkan borok yang menyerang paha dan kaki, gangguan menstruasi dan iritasi kulit pada testis.

Membekam bagian bawah dada dapat menyembuhkan jerawat serta sakit kudis di paha, encok, wasir, penyakit gajah dan gatal di punggung.

Pengobatan dengan Ruqyah dan Obat-obatan Alamiah

Allah menciptakan umat manusia berikut organ – organ tubuhnya dengan kesempurnaan yang dapat dicapai masing – masing organ. Karena itu, ketika suatu organ khilangan kesempurnaan, orang akan merasa sakit. Allah juga telah menciptakan kesempurnaan hati, pemimpin organ – organ lainnya. Ketika kehilangan kesempurnaan, hati akan mengalami berbagai penyakit seperti kesedihan, kegundahan dan kecemasan.

Ketika mata kehilangan daya penglihatannya, telinga kehilangan daya pendengarannya dan ketika lidah kehilangan kemampuan bicara, maka ia telah kehilangan kesempurnaannya.

Hati diciptakan untuk mengenal penciptanya, mencintaiNya, ridha kepada-Nya, hanya beribadah kepada-Nya, berbahagia mencintai-Nya dan merasa terpuaskan dengan-Nya. Hati juga diciptakan untuk bergantung kepada Allah, mencintai karena Dia, membenci karena Dia, setia karena Dia, memusuhi siapa saja karena Dia dan selalu berdzikir kepada Dia. Hati diciptakan untuk mencintai-Nya melebihi segala hal, menggantungkan harapan kepada-Nya daripada kepada hal – hal lain dan memuja-Nya melebihi pujian kepada siapa saja dan apa pun. Tak ada kesenangan, kebahagiaan, kegembiraan atau kemanisan kecuali dengan pertolongan-Nya. Semua itu baginya ibarat makanan, kesehatan yang baik dan kehidupan itu sendiri. Ketika orang kehilangan makanan, kesehatan dan kehidupannya, maka kesedihan, duka cita dan penderitaan akan mengepungnya dari segala penjuru dan akan tetap tinggal bersamanya.

Penyakit paling parah yang menyerang hati adalah syirik (mempersekutukan Allah), dosa, kelalaian, mengabaikan apa yang Allas senangi dan ridhai, tidak tawakal kepada-Nya dan tidak bersandar kepada-Nya untuk segala sesuatu, cenderung kepada selain Allah, menolak keputusan – keputusan-Nya, serta meragukan dan mengabaikan peringatan – peringatan dan janji – janji-Nya. Jika orang berfikir tentang penyakit hati maka ia akan menemukan bahwa penyebab – penyebab yang disebutkan merupakan satu – satunya penyebab penyakit – penyakit ini. Maka, satu – satunya pengobatan yang manjur bagi penyakit – penyakit ini adalah penangkal yang dikandung dalam pengobatan Rasulullah. Penyakit dihilangakan dengan penangkalnya dan kesehatan dipelihara dengan menggunakan pengobatan/terapi Rasulullah.

Tauhid membuka pintu bagi semua bentuk kebaikan, kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan bagi seoranga hamba Allah. Bertobat kepada Allah dapat membuang semua sumber penyakit hati. Tauhid merupakan diet hati melawan unsur – unsur buruk karena menutup pintu – pintu kejahatan. Pintu – pintu kebahagiaan dan semua bentuk kebaikan akan terbuka melalui tauhid, sedangkan pintu – pintu kejahatan akan tertutup dengan tobat dan memohon ampunan.

Para ahli kesehatan klasik berkata “siapa saja yang ingin punya tubuh sehat hendaknya makan dan minum sedikit saja. Siapa saja yang menginginkan kesehatan hatinya hendaklah ia meninggalkan perbuatan dosa.” Tsabit bi Qurrats berkata, “ kesehatan tubuh tercapai dengan makanan yang sedikit, kenikmatan jiwa tercapai dengan sedikit melakukan dosa dan kenyamanan lidah tercapai dengan sedikit berbicara.”

Dosa ibarat racun bagi hati. Seandainya racun tidak membunuh hati, maka ia akan melemahkannya. Jika hati lemah, maka ia tidak mampu memerangi penyakit. Abdullah bin Mubarok, yang dikenal sebagai dokter jiwa islam, berkata :”kulihat dosa itu mematikan jiwa, kecanduan dosa akan menjadikan pelakunya menjadi hina. Meninggalkan dosa berarti menghidupkan hati pelakunya, maka yang terbaik adalah meninggalkan segala bentuk dosa.”

Penyakit hati yang terbesar adalah pemuasan hawa nafsu dan syahwat, sedangkan melawan syahwat dan hawa nafsu merupakan pengobatan terbesar. Pada dasarnya jiwa manusia diciptakan dalam keadaan bodoh dan dzalim. Karena bodoh, ia mengira bahwa kesembuhannya adalah dengan mengikuti syahwatnya padahal ini justru menjerumuskannya pada kehancuran dan kematian. Karena dzalim, jiwa tidak mau menerima resep dari dokter. Akibatnya, ketika diresepkan obat, ia malah menerima penyakit itu sedangkan obat yang ditawarkan ditolaknya. Karena jiwa lebih menyukai penyakit daripada obat, beberapa penyakit akan menyerang dengan tiba – tiba dan pada waktu itu dokter tidak mampu mendiagnosisnya. Akibatnya, obat tidak akan diperoleh. Musibah terbesar dari semua ini adalah jiwa merasa tidak bersalah dan menyalahkan takdir Tuhannya.

Jika orang sakit sudah mencapai tahapan ini maka tak ada harapan baginya untuk sembuh, kecuali jika rahmat Tuhan tercurah untuk membantunya dan Allah mengizinkan dia memulai kehidupan baru dan memberi rizki yang dibutuhkan. Inilah sebabnya hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA tentang doa pada waktu kesulitan mengandung tauhid uluhiyah dan rububiyah, mengagungkan-Nya dan menyebutkan sifat Maha Lembut-Nya. Dua sifat ini (Maha Agung dan Maha Lembut), penting untuk menambah kesempurnaan sifat – sifat Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Baik, dan Maha Pengampun. Hadits tersebut juga melukiskan ketuhanan Allah di alam atas dan alam bawah serta di atas arasyi yang merupakan atap bagi seluruh mahluk sekaligus sebagai mahluk terbesar. Menegaskan tauhid Rububiyah yang sempurna menghendaki ibadah hanya kepada-Nya, cinta, takut, berharap, mengagungkan dan taat hanya kepada-Nya. Kesempurnaan keagungan Allah menuntut penisbatan setiap jenis kesempurnaan baginya dan menolak setiap jenis kekurangan dan mempersamakan Dia dengan mahluk-Nya. Allah yang Maha Sabar membutuhkan penegasan tentang kesempurnaan rahmat dan kebaikan-Nya terhadap mahluk-Nya.

Abu Dawud dalam Sunan-nya m,eriwayatkan hadits Abu Darda bahwa ia menceritakan: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa diantara kalian mengeluhkan sesuatu atau mendapatkan keluhan salah seorang saudaranya, hendaklah mengucapkan: “Ya Allah, Rabb kami yang ada di atas langit, sungguh Maha Suci nama-Mu dan agama-Mu di langit dan di bumi, seperti juga rahmat-Mu ada di atas langit, maka jadikanlah rahmat-Mu ada di bumi. Ampunilah dosa dan kesalahan kami; Engkau adalah Rabb dari orang-orang yang shalih. Turunkanlah rahmat dari sisi-Mu, kesembuhan dari kesembuhan-Mu terhadap keluhan ini. Niscaya dengan izin Allah akan sembuh.”

Muslim meriwayatkan dalam shahih-nya bahwa Abu Sa’id al-Khudri ra berkata Jibril as datang kepada Rasulullah saw dan bertanya kepadanya, “Wahai Muhammad, apakah engkau sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Maka Jibril as berkata: “Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap penyakit yang membahayakanmu dari kejahatan setiap jiwa yang jahat atau mata jahat pendengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu.”

Jika orang bertanya, “Bagaimana pendapat anda tentang hadits yang diriwayatkan Abu dawud, “Tak ada ruqyah kecuali untuk mata jahat atau sengatan binatang berbisa?”

Kami menjawab pernyataan ini dengan menyatakan sebagai berikut. Hadits tersebut tidak mengingkari bahwa ruqyah dapat digunakan untuk kepentingan lainnya, tetapi hanya menyatakan bahwa ruqyah dapat berfungsi dengan sangat baik untuk mengatasi mata jahat dan sengatan binatang berbisa. Fakta yang mendukung pernyataan tersebut adalah hadits itu meriwayatkan Sahl bin Hunaif yang bertanya kepada Rasulullah saw ketika ia terjamah mata jahat, “Apakah ruqyah bermanfaat?” Rasulullah saw menjawab, “Tak ada ruqyah yang berfungsi lebih baik selain untuk mata jahat atau sengatan binatang berbisa.”

Abu Dawud meriwayatkan dari hadits Anas, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada ruqyah kecuali terhadap mata jahat, sengatan binatang berbisa atau darah yang tidak mengalir.”

Banyak hadits lain yang-secara umum-memperbolehkan ruqyah. Sebagai contoh, Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membolehkan penggunaan ruqyah untuk mengatasi mata jahat, sengatan binatang berbisa dan namlah (penyakit semut).

 

 

Sumber: Al Jauziyyah, Ibn Qayyim. 2006. The Prophetic Medicine: Rahasia Kesehatan Nabi. Yogyakarta: Glossia Media

About Bekam

Posted: December 19, 2010 in Uncategorized

PANDUAN SINGKAT TENTANG BEKAM

Anjuran Berbekam

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Macam-Macam Bekam

  1. Bekam Basah (Wet Cupping)

Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

Cara Melakukan Bekam Basah :

Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

  1. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  2. Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.
  3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  4. Biarkan selama 3-5 menit.
  5. Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.
  6. Bekam lagi posisi yang disayat tadi.
  7. Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.
  8. Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.
  9. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.
  10. Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).
  11. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.
  1. Bekam Kering (Dry Cupping)

Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.

Cara Melakukan Bekam Kering :

  1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
  2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  5. Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).
  6. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.
  7. Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.
  1. Bekam Seluncur (Sliding Cupping)

Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara Melakukan Bekam Seluncur :

  1. Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.
  2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.
  5. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.
  1. Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik

Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara Melakukan Bekam Cepat :

  1. Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.
  2. Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalu besar).
  3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.
  4. Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan.

Diagnosis Penyakit Dengan Bekam

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :

  1. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
  2. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
  3. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  4. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
  5. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  6. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
  7. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  8. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
  9. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam

  1. Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).
  2. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.
  3. Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.
  4. Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.
  5. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.
  6. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.
  7. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.
  8. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.
  9. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.
  10. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

Larangan-Larangan Bekam

  1. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  2. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
  3. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
  4. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
  5. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.
  6. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  7. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  8. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).
  9. Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
  10. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.
  11. Jangan memberkam daerah perut terlalu keras
  12. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
  13. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya
  14. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
  15. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  16. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  17. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.
  18. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.
  19. Dilarang membekam area berikut :
    1. Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
    2. Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinalglimfa (lihat buku panduan biru hal. 13).
    3. Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).

Contoh Area Bekam :

dry-cupping-asthma.jpg

wet-cupping-asthma.jpg

Hello world!

Posted: October 16, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!